X0nz’s Go_BLOG


Fase Remaja
Juli 10, 2008, 9:57 am
Diarsipkan di bawah: KurangAjar | Tag:
Depok, 10 JuLi 2008

Libur… Libur… Libuurrr…

Masih daLam rangka memperingati hari Libur. Cuman kemarin2, jadi teringat akan sesuatu yang sakraL, apakah gerangaan..? Ternyata beberapa hari yang LaLu (khusus angkatan 2007) baru saja memperingati 1 tahun SPMB (yang kini teLah tiada.. hix… hix…). Memang angkatan 2007 (yang murni), entah dikutuk ato apa, seLaLu jadi angkatan penutup. MuLai dari waktu SD sebagai angkatan terakhir yang merasakan nikmatnya EbTaNas (emangnya nikmat yah..?), Masuk tingkat SMP (kayanya ngga menutup apa2 deh), dan akhirnya sebagai angkatan penutup dari SPMB (Baca: seleksi penerimaan mahasiswa beruntung). KaLo UAN dan KBK, Lupa juga sih angkatan berapa yang nutup. Tapi yang jeLas, semakin maju teknoLogi, semakin aneh juga sistem pendidikannya, dan semakin sering juga pergantiannya.

Jadi teringat masa2 sekoLah duLu…


ATTENTION..!!
BerhentiLah sebeLum meLangkah Lebih jauh Lagi dan akhirnya menyesaL seumur hidup gara2 membaca sebuah postingan yang ngga penting…


Konon kata orang2, masa2 terindah adaLah masa remaja (bener ngga yah..?). dan tempat yang mendapat suatu kehormatan besar untuk menampung sekumpuLan manusia yang sedang ada daLam masa2 terindah daLam hidupnya adaLah sebuah gedung yang bernama SMA. Konon katanya, remaja adaLah masa dimana seorang manusia itu beLajar dari fase anak2 yang udah rada gedean (baca: masa transisi) menuju fase kedewasaan. Konon katanya juga, pada fase itu, kondisi mereka sangatLah LabiL, baik dari segi fisik, mentaL, emosionaL, iman, moraL dkk. Makanya bahaya juga tuh kaLo mereka ngga dibawa kearah yang benar.

Kalo kata orang2 jaman duLu (entah dari jaman kapan), remaja itu bagaikan sebongkah emas yang sedang dioLah. KaLo dioLah secara keras, maka emas itu akan hancur dan niLainya jadi jauh berkurang. KaLo terLaLu Lembut juga ngga akan jadi2 kan. OLeh karena itu, disiniLah pentngnya peranan orang tua daLam mendidik para anak2 remajanya… Memang siih, kadang remaja tu Lebih suka bergauL dengan teman2 yang Lainnya daripada dengan keLuarga. Bahkan ngga jarang juga mereka jauh Lebih dekat ama teman2nya dibandingkan dengan keLuarganya.

Nah, kaLo mereka bisa Lebih dekat dengan teman2nya, kenapa peran keLuarga jadi yang terpenting..?

Memang sih, tapi justru disituLah pentingnya. KeLuarga harus bisa menanamkan sebuah ‘fiLter’ daLam benak para remajanya agar mereka ngga gampang terjerumus. MasaLahnya, remaja juga manusia dan sifat2 merek juga masih LabiL (seperti yang sudah dituaLis diatas). Dan kerana mereka jauh Lebih suka bergauL dengan teman2nya (kita anggap saja Lingkungannya), maka secara otomatis, keLuarga tidak memungkinkan untuk mengontroL kegiatan si remaja seLama 24 jam/hari dan 7 hari/minggu. KaLo bukan mereka sendiri yang membentengi diri sendiri, maka siapa Lagii..?? LagipuLa, sesuatu yang bersumber dari kesadaran diri sendiri itu jauh Lebih baik daripada haL2 yang dipaksakan.

Untuk membentuk sebuah kesadaran daLam diri seseorang, terutama seorang anak yang sedang daLam masa2 terindahnya tidakLah mudah juga tidakLah sebentar. PerLu ada sebuah proses yang amat panjang dan daLam jangka waktu yang Lama. KaLo kata orang bijak jaman duLu, butuh waktu sekitar 3 buLan Lebih untuk bisa mengubah haL2 sederhana menjadi suatu kebiasaan dan harus diLakukan terus menerus tanpa putus. KaLo sedikit dikaLkuLasikan, 1 haL sederhana butuh 3 buLan, maka coba bayangkan, berapa banyak haL2 negatif yang harus dihindari dan berapa Lama membuat proteksi dari haL2 negatif itu..?

Seorang anak baru muLai menginjak masa remaja disekitar usia 13-14 tahun dan terpaksa harus berakhir di usia 19-20 tahun. Maka usia terpanjang daru fase remaja hanyaLah 7 tahun. Dan dari 7 tahun itu, butuh waktu sekitar 2 tahun untuk bisa mencetak seseorang menjadi remaja yang sebenarnya (baca: masa transisi dari anak2 menuju remaja). dan butuh waktu sekitar 1 tahun untuk menutup masa remaja mereka (masa transisi dari remaja menjadi dewasa), maka waktu efektif daLam fase remaja hanyaLah 4 tahun saja. Sungguh waktu yang sangat singkat bagi mereka. Namun, waktu yang singkat itu justru menjadi momen2 yang sangat menentukan kehidupan mereka untuk kedepannya hingga akhir hayatnya.

Mengingat singkatnya waktu2 kritis itu, maka paLing tidak orang tua harus sudah menanamkan ‘fiLter’ itu sejak pasca usia baLita (muaLai dari usia 6 tahun). Untuk tahap awaL, mungkin yang harus dibentuk adaLah kerohaniannya karena semua sifat2 yang LabiL pada remaja bersumber dari sini. Tahap kedua (sekitar usia 8 tahun keatas) baruLah dibentuk mentaLnya. Untuk membentuk mentaLnya, bisa diLakukan dengan banyak cara, saLah satu yang paLing efektif adaLah dengan mengajarkan oLah raga, karena biasanya, pada usia2 itu, sang anak akan memasuki masa2 ‘energic’nya (terutama bagi anak Laki2) atau dengan seni (bagi anak perempuan). Pengembangan mentaL itu sangat berguna untuk pengembangan rasa percaya diri, emosi, kerja sama, dan Lain sebagainya yang tidak bisa didapat dari bangku sekoLah (peLajaran di keLas). Ketika memasuki masa transisi dari anak2 manuju remaja (biasanya memasuki masa SMP), maka ada baiknya si anak diajarkan untuk berorganisasi atau berkeompok. Mungkin bisa dengan mengikuti kegiatan2 ekskuL, remaja masjid, dsb. HaL itu sangat penting sekaLi untuk membanngun kepribadiannya dan meLatih mereka untuk bisa bersosialisasi dan berkomunikasi dengan orang Lain.

— sekian —


& Komentar sejauh ini
Tinggalkan komentar

ah, loe c remaja dewasa sama aja…sama kyk anak-anak…:)

Komentar oleh gregorio1988

@ringo…

hahaha…
kabar baik tuh…
itu artinya gw awet muda…
wakakakakakakkakak….

Jangan ngiri yah ngo…
“p

Komentar oleh x0nz

salam knl dari denok?nih denok jg da blog http://galangderita.wordpress.com

Komentar oleh denoksk




Tinggalkan komentar
Baris dan paragraf terpisah secara otomatis, alamat email tidak akan ditampilkan, kode HTML diperbolehkan: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>