Diarsipkan di bawah: Uncategorized
Assalamu’alaykum…
Akhirnya setelah sekian lama berhibernasi, bisa dikasih kesempatan juga untuk nulis lagi… (hikz.. hikz.. ToT ). Nah, berhubung saya orangnya jarang sekali bener, dan mumpung sekarang lagi bener, saya mu coba mengupas tuntas salah satu dari ribuan ayat di Al-Qur’an, yaitu Surat Ar-Rum (23)
Let’s check this out… (^_^)v
وَمِنْ آيَاتِهِ مَنَامُكُم بِاللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَابْتِغَاؤُكُم مِّن فَضْلِهِ إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآيَاتٍ لِّقَوْمٍ يَسْمَعُونَ
Yang dalam bahasa latin maksudnya : “Ve min ayatihı menamüküm bil leyli ven nehari vebtiğaüküm min fadlih inne fı zalike le ayatil li kavmiy yesmeun”
Nah, bagi yang ga ngarti bahasa latin, jangan berkecil hati dulu… Nih, ada artinya dalam bahasa Indonesia..
“ Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah tidurmu di waktu malam dan siang hari dan usahamu mencari sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mendengarkan. ”
Apa sih maksudnya???
Nah, dalam ayat tersebut dipertegas lagi kalo manusia emang sudah ‘dikodratkan’ menggunakan waktu malamnya untuk beristirahat dan waktu siangnya untuk mencari sebagian dari karunia-Nya (baca : mencari rizqi / nafkah). Dan ada sebuah statement yang menarik di bagian akhir dari ayat, yaitu : “…benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mendengarkan. ”
Dari statement tersebut dapat disimpulkan kalo ‘kodrat’ ato siklus hidup manusia berdasarkan timeline (halah, gaya…) yang memanfaatkan waktu siang untuk mencari rizqi dan malam untuk beristirahat ternyata punya makna tersendiri. Salah satu contohnya adalah adanya pendayagunaan energi matahari. Ada ga sih yang pernah liat matahari di tengah malem??? Jawabannya so pasti ga ada. Karena matahari emang nongolnya cuman di siang hari (baca : maksudnya dari fajar sampe magrib).
Allah menciptakan matahari sebagai sumber energi yang luar biasa besarnya bagi Bumi kita. Ada fakta yang menyatakan bahwa suhu permukaan sebesar 5500 derajat Celsius. Itu baru di permukaannya. Kalo ampe dalem-dalemannya, ga kebayang deh… (kalo mau tau pastinya, cobain aja ndiri… hehehe…). Nah, bisa dibayangkan dengan suhu sedemikian tingginya, logam-logam macem apapun bisa meleleh cuman dalem kurun waktu sepersekian detik.!! WOW..!!! Panas yang dihasilkan oleh matahari itu berasal dari reaksi nuklir yang terjadi di dalamnya, dan itu istiqomah alias konsisten a.k.a terus menerus… Nah, kalo energinya ga dimanfaatkan dengan sedemikian rupa, kan sayang banget… Terlebih lagi, cahaya matahari sedikit banyak punya peran yang cukup penting juga dalam proses metabolisme pada tubuh kita.. Oleh kerana itu, Allah memerintahkan kita untuk berusaha / bekerja mencari sebagian dari karunia-Nya pada siang hari. Karena ada acara ‘bagi-bagi’ energi GRATIS pada saat itu.
Kalo diperhatikan lebih seksama lagi, kebanyakan shalat fardu itu dilaksanakan pada saat kita ketemu ama matahari kan… shalat subuh setelah fajar (FYI : fajar adalah waktu dimana matahari mulai menampakkan ‘taringnya’ dan itu terjadi beberapa saat sebelum shubuh, maka dari itu fajar seringkali dijadikan patokan datangnya waktu shubuh), dzuhur (dah pasti laah.. lha wong di siang bolong kok), ashar (dah jelas juga…), dan maghrib (FYI : waktu maghrib adalah ketika matahari mulai menyentuh garis cakrawala). Hanya waktu isya doang yang kaga ketemu matahari. Mungkin itu dimaksudkan untuk mengurangi aktivitas kita.
Lantas, apa hubungan shalat dengan matahari?? Eits.. jangan salah… menurut pendapat para ahli. Makna dari gerakan takbiratul ihram diawal shalat adalah gerakan terbaik untuk menyerap energi-energi yang ada di sekitar kita… Dengan statement tersebut, kesambung kan benang merahnya…
Lantas, ada apa dengan malam hari???!! Ya, tentu saja ada bulan.. bintang.. walo ga rutin sih… hahaha.. becanda… sebenernya sih ga ada apa-apa, hanya saja… aktivitas yang dilakukan pada malam hari rada sedikit kurang baik. Sebagaimana yang telah kita pelajari waktu SD dulu, kalo siang tumbuhan berpotosintesis dan menghisap CO2 sedangkan kalo malem tumbuhan juga bernapas dan menghirup O2. Sedangkan kita para manusia, mo pagi mo malem mo siang mo sore, sama aja. Tetep O2… Maka dari itu, kita malah jadi berebutan ama pohon.
Berdasarkan fakta, kalo kita melakukan aktivitas, maka kita butuh energi. Dan proses pembakaran energi itu butuh O2. Sedangkan kalo diliat dari segi kuantitas alat hisap O2 pada manusia (baca : idung) dan tumbuhan (baca : daon), ya jelas kalah jauh kan?? Oleh karena itu, banyak kejadian orang meninggal secara tiba-tiba dengan alasan angin duduk (angin kok disalahin)… Sebenernya sih hal tersebut ga salah-salah banget. Cuman kalo dijelasin secara ilmiah, jadi salah banget.
Secara singkat, angin duduk terjadi karena adanya penyempitan pembuluh darah jantung (vasokonstriksi). Hal tersebut ditandai dengan adanya nyeri dada. Nah, nyeri dada itu bisa terjadi karena adanya ketidakseimbangan pasokan oksigen dengan kebutuhannya (angina). Kalo dihubungkan dengan statement “aktivitas perlu pasokan oksigen berlebih untuk pembakaran” dan “pada malam hari terdapat ‘rebutan’ O2 dengan tumbuhan, dan manusia kalah gara-gara tumbuhan ngisepnya keroyokan”, maka semuanya menjadi VALID.!! Makanya, kita dianjurkan untuk menggunakan waktu malam kita untuk beristirahat, karena yang namanya orang tidur kan ga butuh energi banyak. Kecuali kalo tidurnya sambil lari maraton 10 kilo, laen cerita dah…
Mungkin dari yang sedikit ini bisa memberikan manfaat yang besar buat kita semua.. amiin…
wallahu a’lam bishshawab
1 Komentar sejauh ini
Tinggalkan komentar
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
amin.
makin mantep lo son tiap hari… hehe
Komentar oleh mishbah November 17, 2009 @ 10:44 am