Secangkir Kopi
Mungkin bagi seorang penikmat kopi, kata tersebut memiliki arti yang sangat dalam. Tidak hanya kopi mungkin, tetapi juga teh, susu, air putih (hehe.. maksa sih). Bagi mereka, menikmati secangkir kopi adalah suatu hal yang sangat luar biasa. Bahkan bagi yang sudah expert, mereka bisa membedakan mana kopi yang berkualitas dan mana yang bukan. Mereka sangat menikmatinya. Tapi terbayangkah anda, jika mereka meminum kopi secara tergesa-gesa. Di pagi hari, karena takut terlambat datang ke Kantor, mereka meminum kopi dengan tergesa-gesa. Kopi yang diseduh oleh air panas yang baru saja matang langsung ditenggak mereka secara paksa. Apakah mereka dapat menikmati kopi tersebut??? Tentu saja tidak. Justru mereka akan merasa tersiksa karena lidah mereka yang serasa melepuh karena air panas tersebut.
Begitu juga seorang seniman. Seorang seniman memiliki perasaan yang bebas dan mereka sangat tidak suka dengan hal-hal yang terlalu mengikat. Mungkin hanya kaum seniman saja yang dapat mengerti, tapi begitulah adanya. Mereka memerlukan kebebasan untuk berkarya. Mereka membutuhkan suasana yang tenang, bebas, lepas, dan tidak terikat.
Karya yang baik adalah karya yang lahir dari ide yang muncul secara spontan, bukan paksaan. Bayangkan jika seorang seniman yang bekerja dengan terpaksa. Hasil karyanya tentu tidak dapat dinikmati, baik itu oleh dirinya, maupun oleh orang lain. Bagi sang seniman, keadaan seperti itu sungguh sangat menyiksa. Tidak ada kebebasan lagi bagi mereka untuk berkarya. Mereka berkarya hanya karena paksaan dan dibawah tekanan. Apakah mungkin kita dapat menghasilkan karya yang baik bila kita membuatnya dalam keadaan terpaksa?
Oleh karena itu, lepaskanlah pikiranmu sebebas mungkin. Jangan memberikan tekanan pada diri sendiri. Jangan pernah merasa terikat, dan nikmatilah apapun yang akan kalian kerjakan serta belajarlah mencintai karya yang telah kalian buat. Niscaya kalian akan menghasilkan karya-karya yang luar biasa…
Semoga bermanfaat…