La Tahzan…

Pernahkah anda menghitung berapa banyak keluhan yang anda lakukan? "Ah, dasar KODOK.!! Soal ujiannya susah banget.!!" atau "SIAALL..!! Duit gw RAIB.!" atau mungkin "Hiks… hiks… gw diputusin..". Ya, mungkin itu beberapa keluhan yang kita lontarkan ketika kita mendapat musibah. Tapi pernahkah kita berfikir, untuk apa sih kita mengeluh??

Menurut hasil penelitian laboratorium, biasanya orang mengeluh karena sedang mendapat musibah. Berdasarkan contoh diatas, mungkin si orang tersebut gagal mengerjakan soal UAS dengan baik, atau sedang kehilangan uang buat bayar angkot, atau … (yang terakhir ga usah dijelaskan lah). Saya teringat akan perkataan seorang guru agama waktu jaman saya masih imut-imutnya dulu. Beliau berkata, "Bahwasanya, sesungguhnya musibah yang Allah berikan itu ada tiga sifat. Yang pertama adalah ujian/cobaan, lalu teguran, dan yang terakhir azab. (CMIIW)" Nah, apakah maksudnya??

Yang pertama, kita mulai dari teguran. Allah memberikan kita musibah dengan maksud untuk menegur kita. Subhanallah, sungguh betapa baiknya DIA yang udah repot-repot menegur kita kalau kita lalai. Ya, tentu.. itu adalah bukti konkrit dari salah satu sifatnya yaitu "Ar-Rahim". Ketika kita lalai, kita ditegur-Nya. Bayangkan jika Allah sudah jahat sama kita, maka ketika kita lalai ga bakalan dah tuh dapet teguran. Al hasil, ya selamanya kita akan dibiarkan terus lalai kan…? Coba bayangkan, betapa ramahnya DIA yang mau repot-repot negur kita. Nah, sekarang, apakah kita pernah menegur-Nya balik??

Yang kedua, lanjutkan sajalah ke azab. Nah, ini merupakan follow up dari teguran nih. Namanya juga manusia, pasti punya sifat yang namanya bandel. Bahkan ada juga lho orang yang BADUNGnya ga ketulungan. Udah lalai, ditegur… lalai lagi, ditegur lagi… masih tetap lalai, tetap ditegur… begitu seterusnya dengan mengikuti deret aritmatika sampai pada suatu index dimana ketika ia lalai, Allah dah bosen negurnya. Karena tegurannya terakumulasi, sampai tiba saatnya diturunkanlah yang namanya azab. Biasanya azab ini berupa musibah yang besar. Macem tsunami, gunung meletus, gempa tektonik, ketiban meteor, dsb, dsb, dsb. Nah loh… makanya, jadi anak jangan badung yak.. :)

Yang ketiga, itu namanya ujian. Bukan ujian berupa dikasih soal programming, bukan ujian tertulis yang disuruh ngisi 2 lembar kertas polio dengan kata-kata gombal, ato ujian soal esai yang disuruh ngarang teori-teori sendiri. Tapi ini bener-bener ujian praktek. Ujian ini sebenernya punya beberapa tujuan. Yang pertama mengetahui kadar keimanan kita, kadang sesuatu itu ga akan teruji kalo belon mengalami hal yang berat. Contoh, sebuah tim sepak bola ga akan dibilang hebat kalo belon mengalahkan tim-tim besar kan? Yang kedua, sebagai tes untuk masuk ke level/drajad yang lebih tinggi. Ya iyalah, lha wong dari SMA mau masuk UI aja ada tes yang namanya SPMB. Ga tau deh sekarang namanya apa aja. Dan yang terakhir, sebagai tanda kasih sayang-NYA pada kita. Yang ini ga usah diragukan, ngapain juga Allah repot-repot ngasi kita ujian kalo DIA ga sayang sama kita. Ya kan??

Nah, lantas bagaimana dengan godaan??
Hmm.. kalo godaan itu kerjaannya si sayton (baca : syaiton). Hahahaha.. nah, makanya ati-ati kalo kalian dipanggil "say" sama seseorang. Bisa jadi maksudnya bukan "sayang" tapi "sayton". Hehee.. piss. :)
Sama halnya dengan manusia, si sayton (untuk kedepannya kita sebut saja dengan "bang say", biar lebih GAHUL) juga punya tingkatan-tingkatan. Cuman bedanya, kalo manusia tu tingkatannya berdasarkan kadar imannya, kalo Bang Say tu berdasarkan level godaannya. WOW.!! Ada Bang Say yang kelas teri, ada juga yang kelas bandeng, kakap, ikan hiu, ikan paus, ikan cere, macem-macem. Tugasnya dia kan memang sebagai penggoda. Terus, kalo kita digoda sama Bang Say yang udah jendral, BIJIMANEE???

Santai gan kaya di pantai.. Bang Say juga kalo mau menggoda tu liat-liat dulu. Kalo Bang Say yang level prajurit, ga bakalan berani dah tu menggoda manusia yang level LetJen ato Jendral. Demikian sebaliknya, Bang Say yang level Jendral juga mana mao menggoda manusia yang kelas cere. Mungkin doi bakal berpikir, "Dih.. siape eluh. Seenaknya minta gw godain. Ga level lah yaww." Berdasarkan ilustrasi tersebut, seharusnya cuman Bang Say yang selevel aja yang mau menggoda kita. Terlebih lagi, Allah maha adil, jadi ga bakal mengasih kita cobaan yang lebih dari kemampuan kita. So, don’t worry.

Berdasarkan pemaparan diatas, dapat disimpulkan kalo ternyata musibah yang kita alami itu ternyata ada maksud baiknya. Cuman kadang kitanya aja yang lebai dalam merespon. Udah jelas kan, kalo Allah memberi kita musibah itu karena DIA masih sayang sama kita. So, buat apa mengeluh.?

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.